Ketakutanku

 


Hello selamat datang, sekarang aku ingin berbicara tentang ketakutan terdalamku dalam sebuah hubungan.

Seperti yang orang tahu, aku bukannya terlalu pemilih tetapi memang tidak punya pilihan. Diriku yang dingin kepada orang baru dan agak kesulitan dalam bersosialisasi membuatku memiliki sedikit teman. Aku terlalu takut di khianati, aku terlalu takut untuk kecewa, aku takut kembali ke masa-masa SMA yang dapat dikatakan masa kelam bagi kesehatan mentalku. 

Bagaimana jika aku memiliki pasangan?

Ya, aku terlalu takut menjadi orang yang toxic, aku terlalu takut untuk membuat ia kecewa, aku terlalu takut dibohongi seperti sebelumnya, aku terlalu takut jika rasa tidak percaya diriku membuat ia terluka, aku terlalu takut untuk banyak hal.

Tuhan, semoga ketika aku memiliki pasangan hanya satu untuk seumur hidup, semoga tidak ada perpisahan, aku benci beradaptasi. 

Dan sebuah pertanyaan. Mengapa aku ingin menjadi wanita mandiri? Karena jika aku dapat menopang hidupku sendiri, maka aku tak perlu risau jika sewaktu-waktu di khianati ataupun ditinggal pasanganku untuk selamanya.

Pesan untuk pasanganku nanti, maaf sekali jika kamu harus terus-terusan meyakinkanku atas banyak hal. 

Oh iya tentang ilham, aku barusaja bertemu dengannya sejak pertamakali menyatakan perasaanku. Bahkan aku terlalu pengecut untuk menatap matanya. Aku bisa membohongi diriku sendiri dengan sugesti yang aku katakan, tetapi pikiranku tidak dapat berkompromi.

Tuhan, siapapun pasanganku nanti aku harap ia adalah orang yang bisa menjaga dirinya seperti aku menjaga diriku selama ini. Selain itu Tuhan, berikanlah aku pasangan yang bisa menuntunku dalam kebaikan. Jika sewaktu-waktu nanti aku mengalami pertengkaran yang buruk untuk pasanganku, makan ingatkan aku betapa aku menunggunya bersamaku.









Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lover

Intro

Dia yang sepertinya layak dicintai