Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2017

Terpuruk

Bagaimana rasanya menyerah? Sudah tidak dipercaya? Siapa yang akan memelukmu dalam kondisi paling terpuruk sekalipun? Krisis kepribadian. Biarkan aku berhenti sejenak untuk mengais mimpi yang sudah hancur lebur. Izinkan aku memulainya dari awal lagi. Bismillah.. Ini adalah yang terbaik untukku. Berilah sedikit kepercayaan maka aku akan berjanji untuk sesuatu yang lebih baik. Sebuah sketsa bangunan akan menjadi bangunan yang kokoh ketika ada campuran bahan-bahan lunak seperti semen dan tanah. Hanya butuh waktu yang lebih banyak untuk berusaha dan berdoa. Jangan biarkan aku menyerah dan gagal.

Mawar

Aku menjadi pecundang karena mencintaimu dalam diam. Aku lemah dihadapanmu. Lisanku kaku seperti lumpuh lalu membisu. Ragaku seperti terpaku dalam lamunan. Aku rapuh dalam mencintaimu. Mereka bilang,cinta harus diperjuangkan.. Tapi aku menyerah sebelum berjuang. Karena aku sadar dengan ketidakpantasanku memilikimu. Aku bagaikan duri dan kau mawar. Melindungimu membuatku hancur,aku tak peduli pada orang-orang yang benci dengan kehadiranku. Yang kupedulikan hanyalah agar kau terlihat indah dan mempesona. Aku rela menjadi tumpuan kesalahan,untuk menjagamu tetap terlihat baik. Aku hanya pengagum rahasia,tak terlihat olehmu karena kau tertutup oleh dedaunan dan kita jauh.

Berhenti

Hanya aku yang menyerah ketika semua bilang itu tidak baik. Hanya aku yang berhenti,ketika semua melangkah maju. Aku berhenti bukan berarti bodoh . Berhenti untuk menengok kebelakang. Berhenti untuk memperbaiki yang perlu diperbaiki. Berhenti untuk mempersiapkan sesuatu yang lebih berarti. Sesuatu yang lebih hebat. Aku berhenti bukan karena aku menyerah. Aku akan berhenti dan kemudian memulainya dengan persiapan yang lebih matang,dengan tujuan yang lebih pasti,untuk sebuah pertempuran dengan medan yang jauh lebih sulit.

Dan lihat lah

Pura-pura membisu Pura-pura menutup mata Jangan lagi memberi harapan palsu Atau aku akan pergi dan takkan terlihat olehmu Pedihku dengan 6 tahun rasa yang terpendam Aku mencintaimu,seperti bumi dan kau matahari Saling berkaitan namun sama-sama hancur bila sangat dekat Yang ku butuhkan hanya kemauanmu untuk sedikit mengerti Betapa aku menunggumu sekian lama Kenanglah aku sebagai pengagum yang takkan kau toleh Aku bukan apa-apa Aku tau kau tak ingin persahabatan kita hancur karena alasanku mencintaimu Aku tau ini semua kesalahanku Perlahan kita saling membisu Seperti orang asing saja Padahal dulu kita pernah tertawa bersama Pernah sama-sama bahagia Sekarang aku bagaikan rumput disamping trotoar Yang melihat bahagiamu dengan cemburu Dan sekarang bahagiaku dengan kesendirian Mendekapmu sebagai anganku Ingatlah,bahwa caraku mencintaimu adalah melupakanmu Lihatlah.. Dengan kehancuranku aku melihatmu bahagia.