Tulisan Sampah
Aku hanya berusaha mencintainya.. Seringkali bersyukur dengan terpaksa dan mencari suatu kebaikan yang mungkin luput dari penglihatanku. Tetapi semua itu tidak bisa dipaksakan. Jiwaku pilu membiru, bagaikan kecemasan yang menghantui orang-orang itu. Orang-orang yang sedang bertumpu pada janji-janji kebahagiaan. Bagaimana bisa jiwa setegar itu bisa memiliki pundak yang sangat rapuh? Pundak yang katanya bisa menjadi tumpuan bagi masa depan banyak orang, pundak yg katanya bisa memperbaiki nasib kehidupan. Orang bilang, berharap pada manusia itu sungguh mengecewakan (?) tetapi ia bukan manusia dan ia lebih mengecewakan daripada apapun. Orang-orang itu tidak dapat mendengar, mereka hanya mampu berbicara dan menebar janji indahnya masa depan. Sebuah kesalahan tidak akan dinilai salah, jika kita tidak mengenal apa itu penyesalan. Ternyata saat ini aku hanya sedang mencari sesuatu untuk disalahkan… Padahal masa depan ditentukan oleh diriku sendiri. Disini, aku hanya menuliskan perih...