Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2017

Hanya "Sindiran"

Terbanglah bagai elang. Agar kau tau betapa kecil dunia ini. Berjalanlah seperti semut. Agar selalu merasa kecil di bumi tuhan. Indonesia. Aku merasa seperti lebah di tempat kelahiranku. Berusaha keras mencari penghidupan yang layak,namun sia-sia karena ada tangan-tangan dzalim. Indonesia. Aku merasa seperti cendrawasih. Menjadi simbol dimana-mana,di banggakan karena indahnya,namun mereka merusak tempat tinggalku. Pencitraan,semua penuh dengan kemunafikan. Indonesia. Orang bodoh jadi sahabat,orang cerdas jadi penjahat. Apa yang salah dengan negeri ini? Mengeluarkan pendapat saja susah! Banyak kasus kriminal yang mengatasnamakan HAM,jangan pernah mencari keadilan di Indonesia! Yang ber uang pasti menang seperti di dunia pendidikan,pekerjaan,apalagi pemerintahan. Banyak orang yang berpikir sebentar,lalu berbicara banyak. Jangan bersuara di Indonesia,karena banyak rakyat yang kritis dan selalu memandang negatif sebuah pendapat!. Sedikit banyak perhatikan sisi buruk ...

Aku sebagai rakyat yang melihat mayoritas pejabat

Pejabat Kesana-sini memakai mobil,keamanan ketat,mengenakan baju mewah dan alas kaki tak tersentuh tanah. Istri pejabat,tidak semua pejabat setia,dibelakang mereka masih ada yang tersembunyi. Istri tua seperti ratu,pakaian mewah,fasilitas serba ada. Tetapi rakyat jelata,rakyat yg kau beri perhatian saat kampanye. Bagian dari sekenario pencitraan yang kau ciptakan telah memainkan peran yang kau inginkan,ingatkah kau dengan mereka? Setelah kau mendapatkan yang kau mau,masihkah kau ingat dengan janji-janji mu? Aku kecewa dengan seorang pejabat. Mayoritas dari mereka adalah pembohong kelas atas. Menebar janji busuk!! Pikirkan saja rakyat yang berharap besar padamu,seberapa banyak dosamu membohongi mereka? Demi setitik harta dan kekuasaan sementara. Begitukah egomu,untuk meraih itu semua? Hakikat seorang pemimpin adalah memimpin,memperbaiki nasib bangsa. Bukan menggerogoti harta rakyat, mengotori nama baik negeri dengan berbagai kasus korupsi dan tindakan kriminal lainnya. S...

Jika aku "sirna"

Sirna Anggap aku tidak pernah ada! Meskipun setiap detik aku merasakanmu. Hembusan nafasmu adalah nadiku. Senyummu adalah aliran darahku. Aku tanpamu adalah sirna. Kita hidup bersama. Takkan berarti bila hati saling menghianati. Bukan aku! Bahkan aku tak mengenal apa itu benci dalam dirimu. Berusaha mencintai adalah upayaku. Sekalipun kau kertas dan aku bara api. Kau kira apa aku ini? Menjadi garam dalam segelas air? Sirna! Kau bisa merasakan kehadiranku adalah kemauanku. Meski tak pernah terlihat adalah risikonya.

Tikus yang "menggemaskan"

Kau hanya binatang jalang. Menebar pesona di media sosial. Memasang senyum termanismu seolah-olah kau orang ramah dan baik hati. apalah kau ini Penjahat bermuka pejabat. Bagaimana bisa negeri ini berkembang dengan tikus got sebagai pemimpinnya? Kau tau tikus got? Mereka yang memakan uang rakyat kecil,mereka yg menggerogoti aset negeri ini,mereka yang memakan suapan-suapan manis dari penjahat. Demi apa? Demi anak cucumu yang akan memakan uang-uang hasil penghianatan? Perusak negeri!! Apa kau masih memperdulikan kritikan rakyat kecil? Bagaimana kau bisa marah dengan decitan rakyat kecil,sedangkan kau tak peduli dengan murka tuhan? Hatimu tuna rungu! Tiadakah sedikit berbisik suara kemanusiaan dalam hatimu? Lihatlah ibu pertiwi yang sedang menangis! Menangisi nasib bangsa ini! Kau pikir apa? Menangisi nasib malang teman-temanmu dijeruji besi? Semua manusia memiliki kesalahan,tapi sebelum kesalahan itu terjadi,ada otak dan hati nurani. Tidak semua orang bisa memaafkan....