Mawar
Aku menjadi pecundang karena mencintaimu dalam diam.
Aku lemah dihadapanmu.
Lisanku kaku seperti lumpuh lalu membisu.
Ragaku seperti terpaku dalam lamunan.
Aku rapuh dalam mencintaimu.
Mereka bilang,cinta harus diperjuangkan..
Tapi aku menyerah sebelum berjuang.
Karena aku sadar dengan ketidakpantasanku memilikimu.
Aku bagaikan duri dan kau mawar.
Melindungimu membuatku hancur,aku tak peduli pada orang-orang yang benci dengan kehadiranku.
Yang kupedulikan hanyalah agar kau terlihat indah dan mempesona.
Aku rela menjadi tumpuan kesalahan,untuk menjagamu tetap terlihat baik.
Aku hanya pengagum rahasia,tak terlihat olehmu karena kau tertutup oleh dedaunan dan kita jauh.
Aku lemah dihadapanmu.
Lisanku kaku seperti lumpuh lalu membisu.
Ragaku seperti terpaku dalam lamunan.
Aku rapuh dalam mencintaimu.
Mereka bilang,cinta harus diperjuangkan..
Tapi aku menyerah sebelum berjuang.
Karena aku sadar dengan ketidakpantasanku memilikimu.
Aku bagaikan duri dan kau mawar.
Melindungimu membuatku hancur,aku tak peduli pada orang-orang yang benci dengan kehadiranku.
Yang kupedulikan hanyalah agar kau terlihat indah dan mempesona.
Aku rela menjadi tumpuan kesalahan,untuk menjagamu tetap terlihat baik.
Aku hanya pengagum rahasia,tak terlihat olehmu karena kau tertutup oleh dedaunan dan kita jauh.
Komentar
Posting Komentar