Belum siap menjadi dewasa



Hari ini iseng-iseng buka  facebook, kemudian menghubungi teman-teman masa kecil untuk merangkai potongan kehidupan di masa lalu. Namanya Arif, saudara dengan jarak usia lebih muda 2 tahun dariku. Tiba-tiba ia membahas mengenai pernikahan, ta’aruf, restu orang tua dan perasaan-perasaan wanita yang menurutnya membingungkan. Aku tidak tau bagaimana cara menanggapi pembicaraan ini dengan serius karena memang pada dasarnya aku sama sekali tidak memikirkan tentang pernikahan. Bagiku itu adalah tahap kehidupan dimasa depan dan goals hidup yang tidak ada dalam list jangka waktu 5 tahunan. Memangnya kalau sudah menikah kenapa? Mau ngapain?. Menurutku nikah ngga usah terburu-buru. Menikah itu  bukan perlombaan.
Beberapa minggu yang lalu aku berpikir bahwa aku cukup tau tentang sex education. Tetapi asumsiku ternyata salah, sikap tidak mau tau dan anggapan sudah tau membuatku teramat bodoh tentang sex education. Sekarang usiaku sudah 20 tahun, aku mulai membuka mata bahwa dunia memang tidak sepolos itu. Disisi lain aku merasa cukup beruntung telah dijaga oleh Allah sampai detik ini. Semoga selalu bisa menjaga hingga pada saatnya halal. Aamiin…
Anjay kok jadi gini sih isi blognya hahaha jijay

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lover

Intro

Dia yang sepertinya layak dicintai