Egois

Hello
Aku ingin mengakhiri hidup tetapi itu suatu tindakan paling egois didunia
Aku ingin mati saja karena memang aku tidak punya keahlian apapun
Hari ini adalah 20 tahun 24 hari aku hidup didunia. Setelah merenungi sesuatu yang aku sukai, semuanya kembali kepada cita-cita masa kecilku yaitu menjadi seorang pengusaha. Dua hari berturut-turut aku memikirkan rencana hidupku kedepannya hingga aku memutuskan langkah awal yang ingin kutempuh untuk meraih cita-citaku. Aku sangat bersemangat untuk menceritakannya kepada kakakku karena menurutku ia adalah orang yang sangat mendukung keputusanku. Namun apa yang ia katakan sangat mengecewakan, rasanya membuatku ingin kembali kemasa-masa depresiku. Kali ini aku menangis seperti orang yang berada diujung kehidupan. Lagi-lagi ia menginginkan aku untuk ikut program student exchange. Aku sudah berkali-kali bilang jika adikmu ini bodoh dan tidak mencintai dunia akademik seperti kamu dan teman-temanmu. Aku adalah aku yang ingin mencari tau apa yang ingin aku ketahui. Uni, kamu sangat baik kepada adik-adikmu. Tapi sepertinya aku berbeda, aku tidak menyukai apa yang kau sebut dengan dukungan karena bagiku itu lebih menjadi tekanan yang begitu menyakitkan. 
Aku sungguh egois jika memutuskan mati lalu membiarkanmu menjadi awal dan akhir pemegang estafet tanggungjawab keluarga ini. Tapi aku ingin mati uni... mungkin dengan kematian akan meringankan bebanmu, jumlah tanggungan yang dibebankan kepadamu tidak akan sebanyak ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lover

Intro

Dia yang sepertinya layak dicintai