Aku Benci Kucing


Kucing itu kecil dan terlantar seperti jiwaku yang tersesat dalam pertanyaan tanpa menemukan jawabannya. Kucing ringkih itu ragu-ragu melewati jalanan kampus yang ramai. Dengan motorku, aku menghadang jalanan kampus yang ramai agar kucing ringkih itu bisa melaluinya dengan selamat. Aku membantu kucing itu bukan karena aku baik, tapi karena aku melihat diriku disana. Iya, aku yakin kalau aku tidak sebaik dan se-mulia itu. Sedari kecil, aku sering melihat ayah mengusir kucing dengan gertakan atau ibuku yang mengusirnya dengan sapu. Sejak kapan aku mulai perhatian dengan makhluk lain selain diriku?.
Pada suatu hari aku harus pergi ke kampus untuk berorganisasi. Dalam perjalanan, aku melihat seekor kucing diseberang jalan yang sangat ramai. Aku sudah siaga untuk menghentikan motorku yang saat itu melaju dengan perlahan. Kemudian tepat didepan motorku, kucing itu berlari menyebrangi jalanan. Oh Tuhan, aku menjerit sambil memejamkan mata. Berdoa semoga kucing itu tidak terlindas kendaraan yang melaju diarah berlawanan. Aku membuka mataku, aku menyadari jika ternyata dibelakangku banyak kendaraan yang berhenti dan membunyikan klaksonnya. Aku bersyukur melihat kucing itu baik-baik saja. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana jika waktu itu aku melihat kucing mati didepanku.  Sesampainya dikampus, jantungku masih berdegup kencang seakan masih tidak percaya dengan apa yang barusaja terjadi. Hey, ternyata aku sempat meneteskan air mata membayangkan betapa malangnya menjadi kucing. Apakah dikehidupan sebelumnya aku adalah seekor kucing?.
Semarang. Pada waktu itu aku sedang fokus melihat sekitar dan mulai mengambil gambar yang indah dijalan setapak wisata kota lama. Saat tenggelam dalam keindahan arsitektur kota lama, aku dan uni melihat seekor kucing hitam yang sudah sangat rapuh. Tubuh kucing itu begitu kotor, kurus dan napasnya berat seperti sedang sekarat. Kucing hitam melihat kedatangan kami seperti ancaman. Uni meletakkan potongan ayam dan telur yang dibungkusnya tadi saat makan siang, sedangkan aku menuangkan air mineral dalam wadah kecil yang kebetulan ada didalam tasku. Ah lembut sekali hati seorang INFJ ini kataku dalam hati. Kucing hitam tetap tidak menyentuh makanan itu dan memandangi kami dengan waspada. Kemudian kucing hitam pergi seperti ia tidak ingin keberadaannya diketahui siapapun. Oh iya, sebelumnya aku memberi nama otakku mozgi dan hatiku hertzi. Pada waktu itu hertzi berkata bahwa kucing tersebut sedang mengasingkan diri untuk mati, dan kami mengganggu proses kematian kucing hitam itu. Hey apakah aku bisa membaca maksud dari tatapan waspada kucing hitam itu?.
Setiap melihat kucing jalanan, aku berharap jika aku bisa mendirikan komunitas penyelamat kucing ataupun seorang “Mom cat”. Berikutnya aku berencana membawa makanan kucing kemanapun aku pergi.  Oh iya FYI, ada asas Animal Wefare (kesejahteraan hewan) yang disebut Five of Freedom. Five of Freedom telah dicetuskan di Inggris pada tahun 1995 yang diIndonesia diratifikas ke dalam Undang-undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan san Kesehatan Hewan. Five of Freedom terdiri dari :
1.     Bebas dari rasa lapar dan haus (freedom from hunger and thirst)
2.     Bebas dari panas dan ketidaknyamanan (freedom from thermal and discomfort)
3.     Bebas dari luka, penyakit dan sakit (freedom from injury, disease and pain)
4.     Bebas berekspresi sesuai sifat alami si binatang (freedom to express most pattern of behaviour)
5.     Bebas dari rasa takut dan penderitaan (freedom from fear and distress).

Doakan semoga aku bisa menjadi manusia yang berguna, bukan untuk manusia saja tetapi juga makhluk hidup lainnya. Begitupun juga orang yang membaca ini, semoga dari dalam diri kita muncul suatu kesadaran dan kasih sayang sesama makhluk Tuhan. Satu pesan lagi, jika berkenan aku sarankan kepada seluruh calon orang tua dimuka bumi ini agar mengajarkan kasih sayang terhadap hewan dan tumbuhan kepada anak-anak kalian. Aku yakin bahwa didalam hati manusia pasti tersimpan kasih sayang, karena manusia sejatinya terlahir baik. Aku berpikir apakah dikemudian hari aku akan menjadi vegan? . IH KASIHAN JUGA YA AYAM, SAPI, KAMBING.. HUHUHUUUUU.. Tapi kalau kasihan pada semua makhluk hidup, aku makan angin doang dong?. Tapi kata mozgi kasih sayang harus dibedakan antara hewan/tumbuhan yang dikonsumsi pada umumnya, karena itu sudah menjadi peran mereka sebagai makhluk hidup. Hey ada muncul pertanyaan lagi dari mozgi. Kata mozgi, apakah kebun binatang yang pada umumnya dikelola pemerintah secara tidak langsung merupakan pelanggaran dari Five of Freedom? Harusnya kan manusia yang masuk dunia hewan, bukan hewan yang masuk ke dunia manusia? Jika ingin melindungi lebih baik membuat taman safari daripada kebun binatang? Hewan-hewan itu tidak bersalah kenapa harus dipenjara?.


Dibawah lampu jalan wisata kota lama terdapat makanan kucing yang disediakan orang baik.

Ini kucing hitam yang kasihan itu huhuhuu

 Seorang INFJ 


CMIIW yakk


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lover

Intro

Dia yang sepertinya layak dicintai